Friday, May 11, 2012

Kangen ngBlog lagi....

malem ini, aku terjaga susah untuk tertidur, banyak fikiran yang menggelayuti pikiranku... aku teringat akan blogku, sudah lama sekali aku tidak menulis lagi. kangen rasanya. jari jemari sudah mulai gatel nih gan... semoga bulan-bulan ini aku bisa menulis lagi, permasalahan teknis dan lain sebagainya...

Kegiatanku yang membuat aku tidak ada waktu untuk menulis, dari mulai mengajar permasalahan teknis jembatan di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, survey jembatan rusak di sekitar gunung merapi (sekarang sudah terbangun 13 buah jembatan gantung kendaraan ringan) terimakasih atas bantuan dari BNPB, Penyusunan pedoman dan manual teknis jembatan.

Sampai akhirnya, penyaluran hobi menulisku yang terhenti akan ku tingkatkan kembali. Banyak ilmu dan cerita yang ingin aku bagi bagi rekan-rekanku yang setia mencari berita di blog ini.

Ini dulu sebagai pembuka rekan-rekan semua, senang bisa menulis kembali... :)

Friday, June 10, 2011

BAHAN TAMBAH BETON

1. Pendahuluan
Dalam praktek sering terjadi dikehendaki beton yang dikerjakan mempunyai sifat tertentu sesuai dengan kebutuhan. Adanya keperluan membongkar/melepas cetakan lebih awal akan membutuhkan beton yang mempunyai sifat lebih cepat mengeras dan mencapai kekuatan awal lebih tinggi. Temperatur yang tinggi, atau waktu pengangkutan adukan beton yang cukup lama harus didukung oleh adukan beton yang waktu pengikatannya bisa diperlambat. Untuk memperoleh beton dengan sifat-sifat tertentu diperlukan bahan yang dapat mengubah sifat alami beton. Jenis bahan tambah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jenis bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive).
Bahan tambah kimiawi (admixture) adalah bahan berupa bubukan atau cairan selain air, agregat, dan semen yang ditambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama pencampuran berlangsung. Fungsi bahan tambah jenis ini adalah untuk mengubah sifat-sifat beton agar menjadi lebih cocok untuk kondisi atau pekerjaan tertentu.
Bahan tambah mineral (additive) merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton dan biasanya dapat digunakan untuk menggantikan sebagian bahan semen, seperti pozzolan, fly ash, slag, dan silica fume.
Akan tetapi harus menjadi perhatian bahwa kesalahan dalam dosis dan cara pemakaian bahan tambah dapat merugikan terhadap kualitas beton. Untuk itu diperlukan tindakan kehati-hatian dalam menggunakan bahan tambah dengan cara mengikuti petunjuk pemakaiannya.
2. Beberapa Alasan Penggunaan Bahan Tambah
2.1 Memodifikasi Beton Segar, Mortar, dan Grouting
a. Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air, atau mengurangi kandungan air dengan kemudahan pengerjaan yang sama.
b. Menghambat atau mempercepat waktu pengikatan awal adukan beton.
c. Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton.
d. Mengurangi segregasi.
e. Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrasi dan pemompaan beton segar.
f. Mengurangi kehilangan konsistensi adukan.
2.2 Memodifikasi Beton Keras, Mortar, dan Grouting
a. Menghambat atau mengurangi panas selama pengerasan awal.
b. Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda.
c. Menambah kekuatan beton.
d. Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan terhadap serangan garam-garam
sulfat.
e. Mengurangi kapilaritas air.
f. Mengurangi sifat permeabilitas.
g. Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi alkali.
h. Menghasilkan struktur beton yang baik.
i. Menambah kekuatan ikatan beton bertulang.
j. Mengembangkan ketahanan gaya impact dan ketahanan abrasi.
k. Mencegah korosi yang terjadi pada baja.
l. Menghasilkan warna tertentu pada beton atau mortar.
3. Bahan Tambah Kimia
Terdapat tujuh tipe yang termasuk dalam bahan tambah kimia.
3.1 Tipe Normal Water-Reducing
Bahan tambah water-reducing disebut juga bahan tambah pengurang air. Bahan tambah tipe ini bisa digunakan untuk mencapai kemudahan pengerjaan yang dikehendaki tanpa memberi tambahan air, atau bila diperlukan menurunkan nilai faktor-air semen dengan cara mengurangi air, tapi dengan sifat kemudahan yang tidak berubah. Dari pencapaian tingkat pemadatan yang lebih baik, dapat juga memberi pengaruh positif terhadap kemungkinan untuk mengurangi kadar semen.
Sampai seberapa jauh pengurangan kadar air dengan penggunaan bahan tambah ini bergantung pada karakteristik campurannya. Tetapi, umumnya air bisa dikurangi 5 – 10% dengan pencapaian kenaikan kekuatan hingga 10%.
3.2 Tipe Retarding
Bahan tambah retarding admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk menghambat waktu pengikatan. Dalam praktek, kegunaannya untuk menunda waktu pengikatan misalnya karena kondisi cuaca yang panas, atau mengatasi waktu pengangkutan adukan beton yang cukup lama, atau untuk pekerjaan beton dalam jumlah besar, atau menyediakan waktu yang cukup untuk pemadatan.
3.3 Tipe Accelerating
Bahan tambah accelerating admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mempercepat pengikatan dan pencapaian kekuatan awal beton yang lebih tinggi. Bahan kimia yang paling terkenal untuk bahan tambah ini adalah kalsium klorida. Bahan kimia lainnya adalah senyawa garam seperti klorida, bromide, karbonat, silikat, dan terkadang tri-etanolamin.
Tetapi perlu diingat bahwa kalsium klorida dapat beresiko terhadap korosi baja tulangan, dan mengurangi ketahanan beton terhadap agresi sulfat. Oleh karena itu penggunaan bahan tambah tipe accelerating yang mengandung kalsium klorida lebih cocok untuk beton yang tanpa tulangan dan untuk kondisi yang tidak beresiko karena sulfat, sedangkan untuk beton bertulang sebaiknya dipilih bahan tambah yang non-kalsium klorida.
Akan tetapi apakah korosi akan terjadi atau tidak, sangat bergantung pada kualitas beton yang dihasilkan dan lingkungan yang mempengaruhinya. Dapat dikatakan bahwa korosi tidak akan berlangsung bila tidak dibantu oleh oksigen. Untuk menghindari terjadinya korosi, maka disarankan :
a. Kandungan kalsium klorida < 1,5%.
b. Buatlah beton yang dipadatkan dengan sempurna.
c. Jangan gunakan kalsium klorida untuk pekerjaan beton prategang
3.4 Tipe Retarding Water-Reducing
Bahan tambah retarding water-reducing adalah bahan tambah yang berfungsi ganda, yaitu mengurangi jumlah air pencampur dengan konsistensi adukan tertentu serta menghambat pengikatan awal.
3.5 Tipe Accelerating Water-Reducing
Bahan tambah accelerating water-reducing adalah bahan tambah yang berfungsi ganda, yaitu mengurangi jumlah air pencampur dengan konsistensi adukan tertentu serta mempercepat pengikatan awal.
3.6 Tipe High Range Water-Reducing
Penggunaan bahan tambah tipe high range water-reducing atau disebut juga superplasticizer bisa mengurangi air pencampur 25 – 35%. Konsistensi adukan beton yang dihasilkan bisa berbentuk flowing concrete (beton yang mengalir). Beton dengan bahan tambah tipe ini biasa digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan dimana akses lokasi pengecoran sulit, pekerjaan lantai atau perkerasan yang memerlukan pembetonan cepat, pekerjaan beton mutu tinggi yang memerlukan workabilitas normal tapi faktor air-semen sangat rendah.
3.7 Tipe Retarding High Range Water Reducing
Dalam hal pengurangan air dan workabilitas, bahan tambah tipe ini sama dengan bahan tambah tipe high range water-reducing, tetapi dengan tambahan sifat mampu menunda waktu pengikatan.
4. Bahan Tambah Mineral
4.1 Abu Terbang Batubara (fly ash)
Fly ash didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batubara. Menurut ASTM C.618 fly ash dapat dibedakan menjadi dua, yaitu abu terbang kelas F yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitumeus dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. Fly ash kelas F bisa menggantikan bahan semen sampai 15 - 25% dan 15 – 35% untuk fly ash kelas C.
4.2 Slag
Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. Slag adalah produk non-metal yang merupakan material berbentuk halus, granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kekuatan tekan beton karena kecenderungan perkembangan kekuatan beton yang diperlambat.
b. Meningkatkan rasio kelenturan-kekuatan tekan beton.
c. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton.
d. Meningkatkan ketahanan terhadap sulfat dalam air laut.
e. Mengurangi serangan alkali-silika.
f. Mengurangi panas hidrasi.
g. Memudahkan penyelesaian akhir.
h. Meningkatkan keawetan beton.
i. Mengurangi porositas dan pengaruh klorida.
4.3 Silica fume
Silica fume adalah material pozolan yang halus dengan komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa silikon. Penggunaan silica fume dalam campuran beton biasa dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan tinggi (fc’ 50 – 70 MPa pada 28 hari). Penggunaan silica fume bisa sampai 30% dengan faktor air-semen 0,34 – 0,28 dengan atau tanpa superplasticiser.

Thursday, April 28, 2011

Software Pondasi

Buat Para Peserta Deseminasi Jembatan di Mataram, silakan jika ingin mendownload software di link berikut...

Software Pondasi

SEMUA TENTANG TEKNIK SIPIL

Kumpulan File tentang TEKNIK SIPIL yang bisa anda unduh. File yang didapat dari koleksi pribadi dan beberapa yang dari hasil berbagi sesama teman-teman teknik sipil semasa masih menikmati kuliah, Dan pada akhirnya semoga apa yang saya berikan ini bisa bermanfaat dan sebagai ajang tempat share atau berbagi ilmu tentang dunia TEKNIK SIPIL:

Perencanaan Voided Slab :
http://www.megaupload.com/?d=I4R97E61

Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur :
http://www.megaupload.com/?d=ONV354XC

Tata Cara Perencanaan Geometrik :
http://www.megaupload.com/?d=D349YN30

Contoh Soal dan Jawaban Desain Pondasi Tiang Pancang :
http://www.megaupload.com/?d=CV3JS9VI

Pengukuran Topografi untuk Pekerjaan
Jalan dan Jembatan Buku 1 Penjelasan Umum :
http://www.megaupload.com/?d=55B60VG1

SNI Beton :
http://www.megaupload.com/?d=LYHOF2YK

Tentang AASHTO & RDS
UBC 97
*E-book SIPIL
**E-book SIPIL
***E-book SIPIL
****E-book SIPIL
SAP2000 V12 (share)
Cara Pemasangan Tower Crane
Jurnal-jurnal SIPIL
For Architecture

Tentang trubolt dan dynabolt
Link Referensi Belajar Rab
*SAP2000 v.14 (Link rapid*share)
*SAP2000 v.14 (Link 4*shared)
E-Book Analysis Structure
*Share E-Book Engineering
**Share E-Book Engineering
SNI 03-3429-1994
medicine 4 sap2000 14.1
Calculator Sipil
soft Engineering on CCPB
Membuat Rumah Yang Benar
Referensi Kegagalan konstruksi akibat rembesan ato piping
Tentang Bekisting
ASTM D 1143-81(1994), “Standard Test Method for Piles Under Static Axial Compressive Load
Penjelasan Concrete Retarder & Accelerator
ASTM D3966 Lateral
software SAP2000
software MS Project
share MKJI dan Software KAJI
ebook civil engineering
tutorial sanspro
ebook tentang struktur beton dan baja
tutorial excell u/ buat S-curve / RAB / penjadwalan(schedulling)
artikel-artikel
Autodesk: AutoCAD Land Desktop 2009 ISO
video pembuatan tunnel
kasus kasus unik di tek sipil
referensi perencanaan jembatan
share jurnal pondasi
link software etabs
tutorialnya CSI SAFE, ETABS
Contiguous Bore Pile
Penjelasan sedikit tentang Civil dan Alat Berat
Pedoman campuran untuk membuat beton dari K100 s.d K350 berdasarkan SNI.

1. Info Penyewaan Alat Berat (Excavator, Dumptruck, Mobilecrane, tower crane, dll) or Here
2. Artikel tentang Civil Engineering
3. PPIUG 1983 or Rangkuman PPIUG 1983 (9Halaman)
4. Download SAP2000 Versi.11 dgn Link Lokal
5. Peta Zona Gempa Indonesia (UPDATE dari PU)
6. Download Land Desktop 2009 file ISO-nya cuma 1,93Gb aja
7. Tentang Elastomer
8. Sharing Ilmu Teknik Pengairan "PUNYA Agan Andi_irawan" hehehehehe
9. Casio FX-9860G SD Calculator - Emulator
10. Menentukan titik berat penampang dgn AutoCAD (salah kamar sih )
11. Harta karunnya Agan Blackroot (berbagai SNI Civil Engineering)
12. Index dari tahun 2008 s/d Page 100 (yg buat index: Agan Mauri_rooney)
13. Pembebanan untuk bangunan gedung
14. Tutorial SAP2000 Jembatan Cable Stayed (thanks to : Benyamin Ndu Ufi)
15. Services Offshore and Onshore Structures (thanks to : Lambutan Sinaga, ST.)
16. SNI dari web BNS tapi kudu daftar dl Gan
17. Eksperimen Struktur Beton Balok Tinggi untuk Pengembangan Strut-and-Tie Model (Harianto Hardjasaputra dan Wiryanto Dewobroto)

Wednesday, December 29, 2010

KOROSI

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.

Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.

Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e

Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.

O2(g) + 4H+(aq) + 4e <--> 2H2O(l)

atau

O2(g) + 2H2O(l) + 4e <--> 4OH-(aq)

Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.

Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).

Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.

Tuesday, December 21, 2010

Konsep Penyusunan BOQ

Bagaimana membuat suatu BOQ yang baik....., share pengalaman aja ni, mengenai pembuatan BOQ, menurut saya membuat BOQ yang baik itu adalah tidak mubazir dan berlogika :

1. Perhatikan kondisi lapangan dimana proyek akan di laksanakan :
Yang menjadi pertimbangan adalah, sumber material yang akan digunakan, biasanya kita memanfaatkan material lokal yang terdekat pasir, aggregat (querry), AMP maupun Batching Plan, bahan additive yang akan di tambahkan.

2. Perhatikan material yang akan digunakan, harus sesuai dengan spesifikasi (sesuai dengan divisi).

3. Alat-alat yang dipergunakan diusahakan benar-benar digunakan dilapangan, mengakomodir semua kebutuhan lapangan jangan sampai mubazir dan tidak boros. (selanjutnya nanti pada post selanjutnya saya akan mencoba merinci alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan struktur)

4. Penentuan harga satuan dan harga sewa, menggunakan patokan harga pekerjaan terakhir di lokasi terdekat dengan proyek, dengan minimal 3 sumber.

Monday, April 5, 2010

Keppres 80 Tahun 2003

Metoda Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lainnya
  1. Dalam pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metoda pelelangan umum.
  2. Pelelangan umum adalah metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
  3. Dalam hal jumlah penyedia barang/jasa yang mampu melaksanakan diyakini terbatas yaitu untuk pekerjaan yang kompleks, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metoda pelelangan terbatas dan diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi.
  4. Dalam hal metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metoda pemilihan langsung, yaitu pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet.
  5. Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
Metoda Penyampaian Dokumen Penawaran Pada Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lainnya
  1. Dalam pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dapat dipilih salah 1 (satu) dari 3 (tiga) metoda penyampaian dokumen penawaran berdasarkan jenis barang/jasa yang akan diadakandan metoda penyampaian dokumen penawaran tersebut harus dicantumkan dalam dokumen lelang yang meliputi
a. metoda satu sampul;
b. metoda dua sampul;
c. metoda dua tahap.
  • Metoda satu sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratanadministrasi, teknis, dan penawaran harga yang dimasukan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup kepadapanitia/pejabat pengadaan.
  • Metoda dua sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang persyaratan administrasi dan teknisdimasukkan dalam sampul tertutup I, sedangkan harga penawaran dimasukkan dalam sampul tertutup, selanjutnya sampul I dan sampul II dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul (sampul penutup) dandisampaikan kepada panitia/pejabat pengadaan.
  • Metoda dua tahap yaitu penyampaian dokumen penawaran yang persyaratan administrasi dan teknisdimasukkan dalam sampul tertutup I, sedangkan harga penawaran dimasukkan dalam sampul tertutupII, yang penyampaiannya dilakukan dalam 2 (dua) tahap secara terpisah dan dalam waktu yang berbeda.
Evaluasi Penawaran Pada Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lainnya
  1. Dalam pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dapat dipilih salah 1 (satu) dari 3(tiga) metoda evaluasi penawaran berdasarkan jenis barang/jasa yang akan diadakan, dan metoda evaluasi penawaran tersebut harus dicantumkan dalam dokumen lelang, yang meliputi :
a. sistem gugur;
b. sistem nilai;
c. sistem penilaian biaya selama umur ekonomis.
  • Sistem gugur adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkandokumen penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumenpemilihan penyedia barang/jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratanadministrasi, persyaratan teknis dan kewajaran harga, terhadap penyedia barang/jasa yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur.
  • Sistem nilai adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memberikan nilai angka tertentu padasetiap unsur yang dinilai berdasarkan kriteria dan nilai yang telah ditetapkan dalam dokumenpemilihan penyedia barang/jasa, kemudian membandingkan jumlah nilai dari setiap penawaran peserta dengan penawaran peserta lainnya.
  • Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memberikan nilai pada unsur-unsur teknis dan harga yang dinilai menurut umur ekonomis barang yang ditawarkan berdasarkan kriteria dan nilai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, kemudian nilai unsur-unsur tersebut dikonversikan ke dalam satuan mata uang tertentu, dan dibandingkan dengan jumlah nilai dari setiap penawaran peserta dengan penawaran peserta lainnya.
  • Dalam mengevaluasi dokumen penawaran, panitia/pejabat pemilihan penyedia barang/jasa tidak diperkenankan mengubah, menambah, dan mengurangi kriteria dan tatacara evaluasi tersebut dengan alasan apapun dan atau melakukan tindakan lain yang bersifat post bidding.